Film Fitna

•April 11, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Film kontroversial ‘Fitna’, yang beredar di internet, ternyata laku di Indonesia. Setelah Belanda, pencari terbanyak ‘Fitna’ adalah dari Indonesia.

Film besutan anggota parlemen Belanda, Geert Wilders, memancing reaksi dari berbagai kalangan. Data dari Google Trends menunjukkan pencarian terbanyak film itu adalah dari negeri asalnya, Belanda.

Nah, seperti dikutip detikINET dari data Google Trends, Selasa (1/4/2008), Indonesia ternyata menempati urutan kedua pencarian tersebut. Hal ini tak lepas dari maraknya pemberitaan mengenai Fitna di media massa.

Jika diperhatikan, secara global, lonjakan tertinggi tercapai pada 28 Maret 2008. Pada tanggal tersebut Google mencatatkan adanya siaran online (podcast) dari situs media NRC Handelsblad. Sedangkan untuk wilayah Indonesia, lonjakan tertinggi terjadi di 29 Maret 2008.

Jika dibandingkan berdasarkan wilayah spesifik, Jakarta berada di posisi ke-8 setelah wilayah-wilayah di Belanda. Di urutan atas adalah wilayah Helmond, Utrecht dan The Hague.

Dari sisi bahasa pencarian, Bahasa Indonesia menempati urutan kedua setelah Belanda. Berikutnya ada Bahasa Denmark (Danish), Jerman, Perancis dan kemudian Inggris di posisi buncit.

Sepuluh wilayah pencari film ‘Fitna’ terbanyak adalah:

1. Belanda
2. Indonesia
3. Denmark
4. Belgia
5. Jerman
6. Swedia
7. Perancis
8. Kanada
9. Amerika Serikat
10. Inggris Raya

Tanda-Tanda Kiamat

•Maret 23, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tanda-Tanda Kiamat

March, 23th 2008 By: Khairul Akbar Rusli

Ulah manusia kini makin menjadi-jadi
Bahkan perintah-perintah yang telah diberikan oleh-Nya ia hiraukan begitu saja
Padahal Allah telah menerangkan dalam firman-Nya kepada manusia untuk melaksanakan Rukun Islam
“Asyhadu Alla Ilaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rosulullah”
Itu hanya syahadat yang manusia anggap hanya kalimat yang biasa
Kini banyak manusia yang mengaku Islam tetapi ia tidak melakukan perintah Allah

Apakah ini tanda-tanda kiamat?
Sungguh terlalu banyak manusia yang telah beralih ke jalan yang sesat
Hai para manusia…
Mangapa engkau selalu memikirkan urusan dunia?
Apakah engkau tidak memikirkan nasibmu di akhirat nanti?
Padahal Allah telah mengingatkan kepada manusia di dunia dengan azab dan musibah yang terus-menerus menimpa seluruh manusia

Apakah kamu tidak menyadari hari kiamat terus-menerus mendekat?
Taubatlah kau sebelum kiamat dan hari akhirmu
Allah tidak akan menutup pintu taubat hingga ajalmu telah berada di lehermu
Ingatlah akan apa yang Allah perintahkan kepadamu
Janganlah kau mebuang waktumu dengan perbuatan yang tidak bermanfaat
Persiapkanlah bekal untuk di Akhirat nanti…

Biografi Soekarno

•Maret 22, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

soekarno1.jpgPresiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika..

Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926.

Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu.

Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama.

Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.

Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai “Pahlawan Proklamasi”.